Opini

Blog nge-Facebook


Salah seorang akhwat pernah berujar, “Blog sekarang udah kayak facebook ya kak.”

Saya kaget mendengar kalimat itu, “Masa’ sih?” pikir saya. Selama ini saya tetap tidak menggunakan facebook memang terutama untuk menghindari besarnya kemungkinan mudharat yang ada. Karenanya saya menggunakan blog untuk menyalurkan tulisan. Tapi, jika blog pun telah menjadi seperti facebook, wah, bahaya…

Saya lihat lagi penggunaan blog yang dimaksud oleh akhwat tersebut, dan saya mengerti. Ucapannya benar, di mana yang jadi pertimbangan adalah bahaya yang timbul dari blog, kini seperti yang terjadi di facebook.

Yang jadi masalah tentu bukan status yang kontroversial lalu mengundang banyak komentar. Namun masalahnya tulisan di blog yang kini mulai seperti status di facebook. Kita mungkin mulai kurang berhati-hati dalam memilih tulisan yang bisa di-post di blog. Sehingga tulisan yang mestinya hanya untuk internal menjadi terekspos di media.

Nah, buat semua pengguna blog, yuk perhatikan lagi postingan blog kita, apakah isinya memang bisa untuk umum atau tidak… Karena yang membaca blog kita bukan hanya orang-orang yang mengenal kita.

Tulisan seperti apa yang baiknya tidak di-post? Tentu masing-masing kita bisa tahu dan merasa, tulisan ini layak nggak ya…?

 

*Lagi, sebuah teguran untuk diri sendiri

 

Categories: Opini, Uncategorized | Tags: , | 20 Comments

Saya, Ramadhan dan Kenek Bus


Malam pertama bulan Ramadhan dua tahun lalu, saya berangkat ke Jambi dengan bus. Saya duduk di bangku nomor 4 tepat di belakang sopir, dan seorang ibu mengisi bangku nomor 3 di samping saya. Saya berkenalan dengan beliau di bus, dan ternyata beliau baru saja mengantar anaknya yang kuliah tahun pertama di FK Unand. Saya tanya nama anak beliau, dan subhanallah saya kenal. Anak beliau adalah salah satu mahasiswa baru yang saya bimbing waktu pendaftaran di Unand. Kami pun berbincang dengan akrab.

Malam pertama bulan Ramadhan sebenarnya adalah waktu yang sangat sayang jika dilalui dengan duduk saja di bus. Apalagi untuk orang yang mudah mabuk darat seperti saya, karena tidak bisa duduk di kendaraan sambil membaca atau sambil melakukan hal lain yang mengharuskan gerakan mata dan badan. Untuk shalat di atas bus pun penuh perjuangan karena harus menahan pusing dan rasa mual yang menyesak di kerongkongan. Namun saat itu tidak ada waktu yang lebih baik untuk melakukan perjalanan ke Jambi.

Bus berhenti di sebuah rumah makan di Muara Tebo untuk sahur. Kemudian bus melaju lagi, dan di sinilah rasa tak nyaman mulai menyergapi saya. Continue reading

Categories: Dakwah, Hikmah, Kisah, Opini | Tags: , , , , | 23 Comments

Award Oh Award


Sepertinya sedang musim award di blog saya….

Alhamdulillah dapat award lagi, kali ini dari Kak Yuyu (Haifa Wahyu). Hehe, dapat Stylish Blogger Award, padahal blog saya gak banyak widget juga… Baiklah, saya akan ikuti peraturan award ini.

1. Thank and link to the person who awarded me this award.
2. Share 8 things about myself.
3. Pay it forward to 8 bloggers that I have recently discovered.
4. Contact those blogger and tell them about their awards.

Continue reading

Categories: Opini, Uncategorized | Tags: , | 14 Comments

I Won’t Say Goodbye, My Beloved FSKI (part 2)


FSKI, mengikuti acara-acaranya di awal tahun perkuliahan benar-benar memancing rindu, kapan ya bisa ikut menyusun kegiatan-kegiatan ini? Lalu untuk awalnya, bergabunglah kami di Dawa’, yang pada mubes tahun 2008 mengalami transformasi dari Badan Semi Otonom menjadi Badan Otonom yang lebih mandiri. Saya kemudian bergabung di Divisi Penerbitan bersama kawan-kawan lain yang haus dengan dakwah. Inti Dawa’ saat itu adalah Hendra sebagai pimpinan umum, Rio sebagai wakil ketua, Priska sebagai sekretaris dan Kak Welan sebagai bendahara.

Menjadi bagian dari divisi penerbitan Dawa’ memberi kesan yang membekas erat di ingatan saya. Indah sekali mengenang saat kami bingung menentukan berapa halaman Buletin Dawa’ akan diterbitkan, berapa harga yang ditetapkan agar setidaknya bisa balik modal. Masih begitu jelas terbayang bagaimana kami mendiskusikan tema apa yang sebaiknya diangkat, laporan harga yang dipatok percetakan, memilih percetakan yang bagus, membahas tanggapan pembaca tentang Dawa’ yang kami terbitkan, membahas pilihan warna, membagi PJ, mengejar deadline, dan banyak lagi. Rindu sekali… MySpace Terima kasih para pejuang di Penerbitan : Syawqi (PimRed), Faisal, Venny (layouter), Rara, Waki, Puput, Kak Shasha, juga Fia, Yani, Bang Dolly P., Bang Karno, Henry, Kak Putri D., Resti, Wira. You’re the best.

Di tahun berikutnya angkatan 2007 mulai menjadi pengurus FSKI. Saat itu yang menjadi inti FSKI adalah Bang Zakiy sebagai ketua umum, Bang Deny sebagai sekretaris umum, Kak Adik sebagai bendahara umum dan Kak Rani sebagai Ketua Keputrian. Saya ditempatkan di Departemen KPSDM (Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia), dan di sana saya merasakan suasana yang berbeda. Suasana yang gejolaknya lebih terasa. Di KPSDM saya mulai merasakan beban yang sampai ke hati, tidak seperti Dawa’ yang bebannya masih kuat ditanggung oleh pikiran saja. MySpace

Continue reading

Categories: Dakwah, Kisah, Opini | Tags: , , , , , , , , | 9 Comments

Award! Award!


Saat sedang memperhatikan adik saya yang sibuk mengetik untuk postingan blognya, tiba-tiba saya tersentak. Ah…! Baru ingat!

Ternyata Award Truly Blogger from Indonesia bukanlah yang pertama, namun ada juga award yang diberikan oleh Micelia Amalia Sari tanggal 10 Desember 2009… Afwan ya che… Maklum waktu itu masih baru banget di blog dan belum tahu soal award-award-an..

Continue reading

Categories: Opini, Uncategorized | Tags: , | 20 Comments

Ia, Ia dan Ia


Saat ia menghubungi saya tiga setengah tahun lalu, saya sangat senang. Saya langsung menceritakan tentangnya pada ummi. Dan setelah mengenalnya tiga setengah tahun ini, saya melihat ia sebagai seorang yang saya sayangi sekaligus hormati. Ia adalah seorang yang kuat, dan saya suka jalan pikirannya. Ia yang paling cocok dengan saya dalam satu hal. Meski diiringi banyak rintangan, ia tetap setia. Dan ia sangat sering menampung air mata saya. Namun selama tiga setengah tahun ini ia sering membuat saya cemburu.

Continue reading

Categories: Dakwah, FK Unand, Hikmah, Kisah, Look Into Your Heart, Opini | Tags: , , , , , , , | 18 Comments

I Won’t Say Goodbye, My Beloved FSKI (part 1)


Semenjak SD, forum keislaman adalah impian bagi saya. Meski hanya mengetahuinya dari cerpen-cerpen di Ummi dan Annida, namun saya bisa merasakan betapa indahnya suasana dalam forum. Mengangkatkan acara Islami, rapat dengan hijab dan sesuai tuntunan Islam, persaudaraan dengan sesama muslim. Wah… kapan ya bisa merasakannya secara langsung…?

Memasuki SMP, saya langsung bertekad akan bergabung dengan Rohis. Saya terus menanti kapan ekskul bisa diikuti. Namun malang, tidak ada Rohis… Pupus harapan saya saat itu. Akhirnya ekskul yang saya ikuti adalah Pramuka dan PMR. Tapi karena tidak begitu berminat saya jadi sering absen. Beberapa waktu kemudian pihak sekolah membentuk remaja mesjid sekolah, dan saya diundang. Saya berharap ini akan jadi rohis, tapi ternyata kegiatan yang diminta sekolah malah yasinan…

Selama sekolah di tiga SMP negeri, rohis tetap tidak ada. Baiklah, tidak apa. Masih ada harapan di SMA. Alhamdulillah tanpa ragu saya mengikuti BRM (Bina Remaja Muslim) SMA 2 Padang dan bertemu sahabat-sahabat di sana. Saya cukup senang dengan suasananya, juga kegiatan-kegiatannya. Tapi ternyata saya tidak begitu menikmatinya.

Continue reading

Categories: Dakwah, FK Unand, Kisah, Opini | Tags: , , , , , , , | 3 Comments

Kakak Mau yang Kayak Abi


Mereka bertiga duduk di dalam sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan sedang. Malam itu jalan cukup sepi, beberapa mobil dan truk berlari kencang. Perjalanan mereka nikmati dengan perbincangan yang akrab. Gadis itu bersama ummi dan abinya. Ia mendengar dengan antusias cerita tentang proses ta’aruf hingga walimah kedua orang tuanya.

Beberapa kali ia berdecak kagum, kemudian tertawa, lalu terharu dan sesekali menggoda orang tuanya. Lalu saat ia mendengar kisah tentang kehidupan di awal pernikahan ummi dan abinya, juga di saat masa kecilnya, ia merasa dirinya sungguh tak tahu berterima kasih. Perjuangan mereka takkan mampu terbalaskan.

Kisah selesai didongengkan. Perbincangan berlanjut dengan diskusi lepas. Umminya menceritakan tentang abi dan abinya pun menceritakan tentang ummi. Ia sangat senang malam itu. Perjalanan yang biasanya dihabiskan dengan tidur dalam mobil karena jarak yang jauh kini jadi terasa begitu singkat.

“Kakak mau dapat yang kayak abi,” ujarnya kemudian.

Continue reading

Categories: Hikmah, Kisah, Look Into Your Heart, Opini | Tags: , , , , , | 37 Comments

Dakwahku, Keluargaku


“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim : 6)

Dianggap kolot, tidak pandai bergaul, ikut aliran sesat, adalah beberapa kekhawatiran keluarga pada anak mereka yang terlibat dalam dakwah. Terutama terhadap akhwat yang dari penampilan saja sudah sangat kentara. Jilbab lebar yang tercantol di kepala mereka pun membawa kekhawatiran lain. Takut tidak dapat suami, atau tidak dapat pekerjaan.

Memang tidak mudah memberi pengertian pada keluarga. Keluarga terutama orang tua adalah orang yang paling mengerti tentang diri kita. Mereka sangat paham bagaimana kebiasaan kita, dari yang baik hingga yang paling jelek. Mereka tahu kita dahulu barangkali adalah anak yang nakal, suka melawan, tidak patuh dan sebagainya. Jadi, kita tidak bisa semaunya memberi arahan pada keluarga apalagi orang tua. Memangnya kita lebih hebat dari mereka?

Bukannya sama sekali tidak mengarahkan, namun metodenya yang berbeda. Tentu kita tidak bisa menceramahi, apalagi membentuk mentoring, hehe… Namun cara yang paling efektif Continue reading

Categories: Dakwah, Opini | Tags: , , | 5 Comments

Merah Jambu Hatiku


Duhai hatiku…

Mengapa bahagia kurasa saat ia sebut namaku?

Mengapa begitu nyaman saat kubaca pesannya di ponselku?

Mengapa terasa ada yang hilang saat tak kulihat ia hari itu?

Mengapa kupikir yang paling mengerti ia adalah aku?

Mengapa ku rasa ia begitu memahami diriku?

Mengapa kini ia semakin hebat di mataku?

Mengapa wahai hatiku?

Apakah selimut merah jambu t’lah menghangatkanmu?

Continue reading

Categories: Look Into Your Heart, Opini | Tags: , , , , | 18 Comments