Blog nge-Facebook

Salah seorang akhwat pernah berujar, “Blog sekarang udah kayak facebook ya kak.”

Saya kaget mendengar kalimat itu, “Masa’ sih?” pikir saya. Selama ini saya tetap tidak menggunakan facebook memang terutama untuk menghindari besarnya kemungkinan mudharat yang ada. Karenanya saya menggunakan blog untuk menyalurkan tulisan. Tapi, jika blog pun telah menjadi seperti facebook, wah, bahaya…

Saya lihat lagi penggunaan blog yang dimaksud oleh akhwat tersebut, dan saya mengerti. Ucapannya benar, di mana yang jadi pertimbangan adalah bahaya yang timbul dari blog, kini seperti yang terjadi di facebook.

Yang jadi masalah tentu bukan status yang kontroversial lalu mengundang banyak komentar. Namun masalahnya tulisan di blog yang kini mulai seperti status di facebook. Kita mungkin mulai kurang berhati-hati dalam memilih tulisan yang bisa di-post di blog. Sehingga tulisan yang mestinya hanya untuk internal menjadi terekspos di media.

Nah, buat semua pengguna blog, yuk perhatikan lagi postingan blog kita, apakah isinya memang bisa untuk umum atau tidak… Karena yang membaca blog kita bukan hanya orang-orang yang mengenal kita.

Tulisan seperti apa yang baiknya tidak di-post? Tentu masing-masing kita bisa tahu dan merasa, tulisan ini layak nggak ya…?

 

*Lagi, sebuah teguran untuk diri sendiri

 

Advertisements
Categories: Opini, Uncategorized | Tags: , | 20 Comments

Post navigation

20 thoughts on “Blog nge-Facebook

  1. widodo saputra

    Kalau tidak layak tolong diingatkan saja. Poin yg mana yang tidak bisa. Pengetahuan saya masih rendah, masih perlu banyak belajar.

    *Lagi, sebuah teguran juga untuk diri saya sendiri

  2. frista maulina

    saya juga pernah berpikir seperti akhwat tersebut. saya dulunya lebih sering sbg pengguna dan pengamat facebook. blog saya pun dulu saya rahasiakan krn tidak ingin tulisan saya dibaca orang lain. iseng2 saya pun jalan2 k blog2 orang. terpikir bhwa blog jg banyak komen2nan kyk fb. tak jauh beda. bedanya fb dibaca khalayak ramai sedang blog, paling tak berapa yg mampir. tegantung bagaimananya lagi…

    ta jd ragu, komen ta hari ini pun apakah sm dg FB. kalau tulisan ta ada yg salah, kasih th y fah. ^_^

    • Ya, sama-sama mengingatkan kita ta..
      Komen pun sebenarnya tergantung dengan tujuan, isi, tempat dan efeknya… bukan berarti ga boleh komen kan… 🙂

  3. benny antama

    inti masalahnya dimana sih teman? *jadi bingung

  4. kalau “Blog nge-YM” gimana??? 😀

    hi hi hi.. g nymbung..

  5. ???
    bagi saya dilihat dalam dua hal: “Positif”, “Negatif”. jika positif y diposting.., jika negatif dikubur sj..

  6. apriyandi

    aktivis dunia maya…

  7. berarti, blog yg ‘blum trkontaminasi’ adlh blog yg bnyk visitor dg 0 comment…
    ha ha…

  8. jundullah

    hehehe… nompang lewat ya kak…
    Dalam sebuah wawancaranya pak mentri kominfo mengatakan
    “Penggunaan internet itu dikembalikan pada sang pemakai, Sebaiknya para pemakai menggunakannya dalam hal2 yang positif dan bermanfaat..”

    maap kalo kurang nyambung…
    maklum masih kecil…^_^

  9. Kalimatnya terkesan emosional, tetapi substansi dari statement si akhwat mungkin betul, yaitu bahwa menulis di blog pun harus penuh pertimbangan.

    Utamanya adalah pertimbangan tentang topik yang dibahas dan cara menempatkan diri kita sebagai penulis dalam memaparkan pandangan kita terhadap topik tersebut. Tidak semua hal harus diekspresikan melalui tulisan sebagaimana halnya tidak semua hal harus menjadi konsumsi publik

  10. Hati adalah rahasia antara sang pemilik hati dan yang Menciptakannya…
    sebaik2 hati adalah hati yang selalu terjaga, dan hanya padaNYA tempat mengadu…
    tulisan adalah wasilah dalam menyampaikan masalah, tapi tak semua masalah yang musti dipublikasikan, karna hanya kepadaNYA sebaik2 tempat mengadu…

  11. wa tawashau bil haq watawashau bissabri..
    syukron sdh mengingatkan ukh..

  12. hadeuuuuuhhh…kenak deh saia…^^

    kalo blog buat curhat, boleh Gak Fah?

    kan pengunjungnya gak banyak…
    hee…

    #galau#

  13. Sepakat dengan pendapat-pendapat di atas, dan hati kita juga harus bersih dan sensitif untuk dapat menilai hal yang benar…

  14. Citra W. Hapsari

    heheheeee….iya,benar.
    saat ini blog sy gunakan sbg pengalihan dr fb yg sdh membosankan dan menjemukkan untuk saya.
    setidaknya di blog sy bs blejara nulis, tp insyaallah sy pnya filter sndiri apa yg hrus dpost ato g… :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: