Merdeka=Bebas?

bendera kita

Darah tumpah, nyawa melayang, hidup serba kesulitan, tiada harta, tiada waktu istirahat, setiap detik terancam, hidup sebagai budak yang tak dianggap manusia. Begitulah para pendahulu kita dulu memperjuangkan kemerdekaan negeri tercinta ini dari penjajah. Dan karena usaha yang tak terbalas itu, kita selalu diseru untuk memanfaatkan kemerdekaan sebaik-baiknya. Seruan itu disampaikan setiap upacara, acara nasional, dan juga di pelajaran-pelajaran sosial dan kewarganegaraan. Lantas, apa seruan itu meresap?

Bagi segelintir beberapa orang, mungkin jawabannya ya. Bagi yang lain, juga ada yang menjawab ya. Tapi mari kita lihat, apa arti memanfaatkan kemerdekaan? Kemerdekaan yang disamakan dengan bebas, bagaimana masyarakat khususnya para pemuda bangsa mengartikannya?

Bebas berekspresi, bebas bergaul, bebas bersikap, bebas bermusik, bebas menghibur diri, bebas makan, bebas minum, bebas berpakaian, bebas berjalan ke mana saja, bebas, bebas, BEBASS!!!
Bebas mengekspresikan apa saja: suka, marah, sedih. Kalau suka ya udah pacaran aja, ntar kalau udah pacaran ya bebas mau ngapain berdua. Kalau marah ya udah pukul aja, tawuran, main ke diskotik, ngedugem, judi, minum miras. Kalau sedih banget ya udah bunuh diri aja. Buat apa lagi hidup di dunia. Atau mau ngilangin sedih dan depresi? Ya udah banyak kok orang yang jual obat-obat penenang.

Bebas gaul dengan siapa aja, anak-anak, sebaya, orang tua. Bebas juga mau gaul dengan orang yang berlatar belakang dari mana saja. Mau gaul dengan preman, penjudi, pemakai, pengedar, penjual diri. Mau gaul dengan orang kaya nan tajir, juga dengan orang miskin, tapi untuk menjadikannya bahan ledekan dan orang pesuruh.

Bebas mau bersikap seperti apa saja dengan siapa saja. Mau malak, mau sok hebat, sok kuat, sok kaya, sok jagoan. Mau marah, mukul, ngegombal, terserah. Mau mengumpat, menggunjing, mau ngerjain orang, who cares? Mau ninggalin shalat, mau bermaksiat, mau melawan ortu dan guru, bebas!

Bebas bermusik. Mau nyanyi, main alat musik, bergoyang. Mau nyanyi lagu apa aja atas nama seni, meski isi lagunya memuja setan, menyekutukan Allah, memberi cinta pada manusia lebih besar dari cinta pada Allah dan lagu-lagu yang menjauhkan dari agama lainnya. Mau nyanyi dan bermusik kapan saja, meski azan sudah memanggil berkali-kali. Mau bergerak mengikuti musik hingga lupa yang lainnya, meski campur baur antara perempuan dan laki-laki. Mau datang ke konser-konser sampai larut malam, meski uang habis, tenaga habis, berdempetan dengan siapa saja, yang penting puas. Bebas!

Bebas mau berhibur dengan apa, dengan cara apa, dengan siapa. Bebas mau makan apa saja, tanpa peduli halal/haram, apalagi sehat/tidak sehat. Begitu juga dengan minuman.

Bebas berpakaian. Mau pakai yang ketat, yang pendek, yang auratnya terbuka di mana-mana. Yang penting trend! Bebas mau ke mana saja, apakah itu tempat maksiat atau bukan, bebas!! Merdeka!!

Bukan hanya pemudanya yang sudah bebas memanfaatkan kebebasan. Para pejabat pemerintahnya juga. Bebas jalan-jalan ke luar negeri, bebas menambah dan gonta-ganti kendaraan mewah, bebas korupsi, bebas menghabiskan uang rakyat untuk memperkaya diri. Bebas menindas rakyat, menggusur tanpa ganti rugi, lambat menangani bencana, tidak tanggap dengan aspirasi, tidak adil dalam menetapkan hukuman, bebas melupakan WNI yang tertindas di negeri orang, bebas menentukan anggaran untuk rakyat yang tidak sebanding jumlahnya dengan tunjangan para pejabat, itupun masih dikorupsi dan pejabat masih meminta tambahan tunjangan!!

Bobrok. Indonesia sudah bobrok, mungkin hampir sampai ke titik nadirnya. Kalau sudah begini wajar saja bencana terjadi di setiap sudutnya. Tsunami, banjir, kebakaran, lumpur panas, gempa, wabah penyakit dan kecelakaan yang tak henti-henti terjadi, baik motor, mobil, truk, bus, kereta api dan pesawat. Apa tindakan masyarakat? Apa tindakan pemerintah?

Oh, ternyata masyarakat masih mencuri besi rel kereta, masih kebut-kebutan, masih naik di atas kereta dan bergelantungan di pintunya karena tidak muat, masih suka buang sampah di mana saja, masih giat dengan penebangan liar, dan masih-masih lainnya. Pemerintah? Oh, ternyata mereka masih malas peduli, cuma mau bantu waktu lagi kampanye pilleg dan pilpres, masih menunda-nunda perbaikan drainase, bendungan, sekolah, jalan rusak. Alasannya kekurangan dana, apalagi banyak rakyat yang tidak taat pajak. Jadi itu alasannya, kami kira pemerintah sudah menghabiskan uangnya untuk kepentingan pribadi. Pemerintah juga masih tidak tegas menindak penyelundupan, narkoba, penebangan liar dan lainnya yang hingga kini tak ada pengurangan, malah terjadi peningkatan. Pantas saja sih, toh aparat yang memfasilitasi! Ya menjamurlah kegiatan-kegiatan seperti itu. Tapi, kalau terorisme kok cepat banget ya tanggapnya. Hebat tuh polisi dan Densus 88, sebentar aja udah bisa nuduh Noordin M. Top, udah banyak orang-orang yang ditangkap, katanya mereka terkait jaringan JI. Meski penangkapannya terkesan ditutup-tutupi alias tidak terbuka, dan meski orang-orang yang ditangkap saat mereka sedang melakukan aktivitas yang biasa itu mengatakan mereka tidak tahu menahu dengan pengeboman, apalagi Noordin dan Al-Qaeda. Yakin tuh gak asal tangkap? Katanya, terorisme meski ditindak cepat dan diantisipasi sebisanya, demi keamanan negeri ini. Jadi itu alasannya, bukan untuk dapat perhatian dari Amerika ya?

Hhh… Indonesia. Bagaimana menurutmu, hai Indonesia? Apa yang terjadi dengan bangsa ini, menyenangkanmu ataukah justru menyakitimu? Makna merdeka atau bebas yang dipahami pemuda dan pemerintah Indonesia, seperti itukah? Seperti itukah cara memanfaatkannya? Begitukan cara kita berterima kasih pada para pahlawan yang telah memperjuangkan bangsa ini? Mereka berjuang bertaruh jiwa raga, demi Indonesia yang merdeka, bermartabat dan tentunya, bermoral. Bagaimana perasaan mereka seandainya mereka bisa melihat bagaimana jadinya Indonesia saat ini?

Advertisements
Categories: Indonesia, Opini | Tags: , | 5 Comments

Post navigation

5 thoughts on “Merdeka=Bebas?

  1. Marilah perbaiki negeri ini. Kita mulai dari diri dan keluarga kita sehingga negeri menjadi negeri yang beriman dan bertakwa.
    “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.[
    [QS. Al A’roof: 96]

  2. Perbaiki negeri ini, buat semua orang termotivasi agar mau mambantu ..

  3. dimulai dengan membenahi sistem dalam negeri agar bisa menghilangkan tikus” didalam kementrian ..

  4. dari hal kecil bisa membantu dan menjadi hal besar yang dibutuhkan ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: