Iblis yang dengan Terpaksa Bertamu Pada Rasulullah saw.


*Repost from Plagiat Baik Hati

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.  Continue reading

Categories: Dakwah, Hikmah, Kisah, Look Into Your Heart | Tags: , , | 13 Comments

Seri Mendidik Anak 1 : Ibadah – Shalat


(dalam Seri Mendidik Anak)

Bagaimana agar anak tidak susah disuruh shalat? Atau mungkin shalat anak masih dengan main-main, atau ngebut asal cepat selesai, atau hanya shalat jika disuruh?

Memang, Rasulullah saw menyuruh umatnya mengajarkan shalat pada anak saat ia berusia 7 tahun. Namun agar anak mau shalat tentunya tidak bisa serta merta ketika usianya menginjak tahun ketujuh lantas kita mengatakan, “Nak, shalat lagi ya.”

Ajarkan anak shalat sejak dini. Saat anak mulai bisa berjalan, setiap kita shalat selalu sertakan anak. Ajak anak dengan menyediakan sajadah khusus untuknya. Lalu ketika kita sedang shalat, apapun yang terjadi pada anak selagi tidak membahayakan dirinya, shalat jangan diputus. Pada saatnya nanti anak akan terbiasa. Tentu sebelumnya, lingkungan di sekitar dipastikan dalam keadaan aman, dan anak sudah dipakaikan popok.  Continue reading

Categories: Dakwah, Hikmah, Keluarga, Kisah | Tags: , , , , | 8 Comments

Menjadikan Anak Qurrata A’yun – Pembukaan


(dalam Seri Mendidik Anak)

Cahaya itu mendatangi saya pada tahun 1986. Ia membuat saya mengenal Islam dalam artian sesungguhnya. Ia membuka hati dan wawasan, hingga drastis, kehidupan saya berubah dalam segala aspek. Dan saya bertekad untuk berislam secara kaffah. Ialah tarbiyah.

Dengan bimbingan tarbiyah, saya menetapkan kriteria pendamping hidup. Saya selalu berdoa dan berharap agar mendapat suami yang soleh. Alhamdulillah doa saya dikabulkan Allah, saya dipertemukan dengan seorang ikhwan yang masih kuliah. Continue reading

Categories: Dakwah, Keluarga, Kisah | Tags: , , , | 19 Comments

Jika Kita Dizalimi (Tribute to Cerebri 07)


A tribute to Cerebri 07 yang sedang tersakiti.

Sebut namanya Aisyah. Adalah ia, seorang anak yatim yang tinggal di sebuah rumah sederhana bersama ibu dan enam orang saudaranya. Ia adalah anak ke-3, dan mengikuti pendidikan di Akper Padang. Di tahun kedua kuliahnya, ia mulai mengenal tarbiyah.

Mendalami Islam dengan sungguh-sungguh adalah hal yang tabu di tahun 80-an. Usroh, yang kini kita kenal dengan sebutan liqo atau mentoring atau halaqoh, dijalani secara diam-diam. Begitu pula dengan Aisyah. Ia mengikuti usroh di malam hari di tempat yang tidak jauh dari rumahnya. Dan ia mendapatkan begitu banyak dari usroh yang diikutinya.

Ia ingin hijrah secara total. Di tahun kedua kuliahnya ia memberanikan diri menghadap dosen untuk meminta izin menggunakan jilbab. Tidak seperti sekarang, jilbab dulu dianggap aneh, asing, bahkan sesat. Apalagi jilbab yang lebar. Yang orang-orang tahu jilbab itu digunakan untuk mencuri, untuk menyembunyikan barang curian. Juga ada isu jilbab beracun, yang katanya di balik jilbab itu disembunyikan racun. Jadi tentu saja, ia tidak mendapat izin.

Di tahun ketiga, keinginannya semakin kuat. Namun izin tetap tidak didapat. Ia berangkat ke kampus dengan menggunakan gamis dan jilbab. Karena dengan pakaian seperti itu ia tidak bisa memasuki kampus, ia mengganti pakaiannya dengan seragam di sebuah rumah di depan kampus. Saat pulang ia ke rumah itu lagi untuk mengganti pakaiannya. Begitu terus setiap hari.  Continue reading

Categories: FK Unand, Hikmah, Kisah, Look Into Your Heart | Tags: , , , , , , , | 38 Comments

Award Oh Award


Sepertinya sedang musim award di blog saya….

Alhamdulillah dapat award lagi, kali ini dari Kak Yuyu (Haifa Wahyu). Hehe, dapat Stylish Blogger Award, padahal blog saya gak banyak widget juga… Baiklah, saya akan ikuti peraturan award ini.

1. Thank and link to the person who awarded me this award.
2. Share 8 things about myself.
3. Pay it forward to 8 bloggers that I have recently discovered.
4. Contact those blogger and tell them about their awards.

Continue reading

Categories: Opini, Uncategorized | Tags: , | 14 Comments

I Won’t Say Goodbye, My Beloved FSKI (part 2)


FSKI, mengikuti acara-acaranya di awal tahun perkuliahan benar-benar memancing rindu, kapan ya bisa ikut menyusun kegiatan-kegiatan ini? Lalu untuk awalnya, bergabunglah kami di Dawa’, yang pada mubes tahun 2008 mengalami transformasi dari Badan Semi Otonom menjadi Badan Otonom yang lebih mandiri. Saya kemudian bergabung di Divisi Penerbitan bersama kawan-kawan lain yang haus dengan dakwah. Inti Dawa’ saat itu adalah Hendra sebagai pimpinan umum, Rio sebagai wakil ketua, Priska sebagai sekretaris dan Kak Welan sebagai bendahara.

Menjadi bagian dari divisi penerbitan Dawa’ memberi kesan yang membekas erat di ingatan saya. Indah sekali mengenang saat kami bingung menentukan berapa halaman Buletin Dawa’ akan diterbitkan, berapa harga yang ditetapkan agar setidaknya bisa balik modal. Masih begitu jelas terbayang bagaimana kami mendiskusikan tema apa yang sebaiknya diangkat, laporan harga yang dipatok percetakan, memilih percetakan yang bagus, membahas tanggapan pembaca tentang Dawa’ yang kami terbitkan, membahas pilihan warna, membagi PJ, mengejar deadline, dan banyak lagi. Rindu sekali… MySpace Terima kasih para pejuang di Penerbitan : Syawqi (PimRed), Faisal, Venny (layouter), Rara, Waki, Puput, Kak Shasha, juga Fia, Yani, Bang Dolly P., Bang Karno, Henry, Kak Putri D., Resti, Wira. You’re the best.

Di tahun berikutnya angkatan 2007 mulai menjadi pengurus FSKI. Saat itu yang menjadi inti FSKI adalah Bang Zakiy sebagai ketua umum, Bang Deny sebagai sekretaris umum, Kak Adik sebagai bendahara umum dan Kak Rani sebagai Ketua Keputrian. Saya ditempatkan di Departemen KPSDM (Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia), dan di sana saya merasakan suasana yang berbeda. Suasana yang gejolaknya lebih terasa. Di KPSDM saya mulai merasakan beban yang sampai ke hati, tidak seperti Dawa’ yang bebannya masih kuat ditanggung oleh pikiran saja. MySpace

Continue reading

Categories: Dakwah, Kisah, Opini | Tags: , , , , , , , , | 9 Comments

Award! Award!


Saat sedang memperhatikan adik saya yang sibuk mengetik untuk postingan blognya, tiba-tiba saya tersentak. Ah…! Baru ingat!

Ternyata Award Truly Blogger from Indonesia bukanlah yang pertama, namun ada juga award yang diberikan oleh Micelia Amalia Sari tanggal 10 Desember 2009… Afwan ya che… Maklum waktu itu masih baru banget di blog dan belum tahu soal award-award-an..

Continue reading

Categories: Opini, Uncategorized | Tags: , | 20 Comments

Menghitung Aib


Terjerembab ke lumpur hitam karena tersandung kerikil dosa, adalah hal yang tiap waktu mungkin terjadi pada kita. Pada suatu waktu, saat kita tersandung kita mampu kembali berdiri tegak, meluruskan langkah, dan menghindar dari noda yang menunggu di bawah kita. Namun pada waktu yang lain kerikil itu mungkin telah tumbuh menjadi batu yang tertanam kuat, hingga saat kaki lemah kita menyandungnya, batu itu tetap diam di tempat dan tertawa menyaksikan si pemilik kaki terjatuh, terluka, sulit untuk bangkit kembali karena sakitnya.

Kita bisa terjatuh kapan saja, lalu Allah dan kitalah yang tahu sudah berapa sering kita terjatuh. Sudah berapa banyak luka, berapa sering mengobati luka. Allah dan kitalah yang tahu seberapa sempurna kesembuhan luka-luka itu. Allah dan kitalah yang tahu apakah luka itu sudah sembuh sempurna tanpa bekas, atau ia meninggalkan jaringan parut yang tidak bagus bentuknya, atau ia masih basah dan bernanah, atau ia justru tak mampu sembuh lagi karena sudah begitu kronis hingga dipenuhi jaringan-jaringan nekrotik. Dengan kondisi luka yang berborok menjijikkan, siapkah kita jika orang lain mengetahuinya?  Continue reading

Categories: Dakwah, Hikmah, Look Into Your Heart | Tags: , | 6 Comments

Award For You


Entah mengapa karena satu sebab belakangan ini saya jadi agak alergi nge-blog. Ada sebuah rentetan peristiwa yang membuat saya menjadi trauma membuka blog, dan akhirnya ia pun memandekkan pikiran saya. Tulisan-tulisan yang saya ketik hanya berakhir di tengah atau per tiganya, dan jadilah ia mendekam dalam folder yang jauh di laptop saya. Hhh…. sungguh tidak nyaman rasanya.

Lalu saat buka blog setelah sekian lama, wah…. ada award yang masuk, for the first time… Award Truly Blogger from Indonesia dari rangtalu yang membuat perasaan jadi semakin tidak nyaman. Perasaan bersalah pada blog pun menyergapi batin saya. Award itu masuk di saat saya sempat berpikir untuk istirahat nge-blog beberapa waktu. Sungguh saat yang tepat yang membuat saya menghapus niat itu dari pikiran, syukran jazakallah Bang awardnya.  Continue reading

Categories: Uncategorized | 10 Comments

Ia, Ia dan Ia


Saat ia menghubungi saya tiga setengah tahun lalu, saya sangat senang. Saya langsung menceritakan tentangnya pada ummi. Dan setelah mengenalnya tiga setengah tahun ini, saya melihat ia sebagai seorang yang saya sayangi sekaligus hormati. Ia adalah seorang yang kuat, dan saya suka jalan pikirannya. Ia yang paling cocok dengan saya dalam satu hal. Meski diiringi banyak rintangan, ia tetap setia. Dan ia sangat sering menampung air mata saya. Namun selama tiga setengah tahun ini ia sering membuat saya cemburu.

Continue reading

Categories: Dakwah, FK Unand, Hikmah, Kisah, Look Into Your Heart, Opini | Tags: , , , , , , , | 18 Comments