Ilmu Kedokteran : Lahan Dzikrullah

Membaca buku-buku kedokteran, mempelajari ilmu kedokteran, mempraktekkan ilmu kedokteran. Mempelajari tubuh manusia : anatomi, fisiologi, histologi hingga ke kondisi patologis. Jika seorang dokter atau setidaknya mahasiswa kedokteran tidak dapat menemukan kebesaran-Nya dalam ilmu yang ia pelajari, sungguh ia telah merugi.

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.” (QS Al-A’raaf :3)

Sempurna. Satu kata yang bisa menggambarkan proses dan sistem yang ada dalam tubuh manusia. Proses yang ada selalu saling melengkapi, saling mengisi, saling terkait. Telah kusangka sebelumnya bahwa proses yang ada dalam tubuh manusia tentulah begitu kompleks dan rumit. Namun tiada kusangka bahwa ternyata proses itu, sistem itu dengan setiap mekanismenya, sungguh telah diciptakan tanpa celah. Setiap ilmu tentang tubuh manusia telah membuat manusianya tercengang dan takjub. Maha Besar Allah yang telah menciptakan segalanya dengan sempurna. Tiada akan ditemukan sistem lain yang lebih baik dari ini.

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (QS Al-Isra’ : 70)

Pembentukan yang menakjubkan

Pembentukan manusia yang menakjubkan


Otak, sang pengendali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemompa darah yang tak kenal lelah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Darah, pembawa segala

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sel saraf, penghantar sinyal

 

 

 

 

 

 

 

 

Bernapas, pemasok energi

 

 

 

 

 

 

 

 

Imunitas, benteng pertahanan

Nyeri, mekanisme perlindungan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pencerna makanan yang sempurna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ginjal, sang pembersih darah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“… Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu.” (QS Al-Baqarah : 198)

Ingat Allah di setiap hal yang kita temui. Ingat kebesaran-Nya di setiap ilmu yang kita pelajari. Ingat betapa besar karunia-Nya hingga manusia bisa mengetahui sistem yang sempurna ini, dengan segala teknologi, penelitian, dan tentu dengan izin-Nya. Kita seringkali lupa dan menganggap biasa karunia yang Ia Berikan. Kita begitu sering merasa sombong dengan ilmu yang ada, hingga tak lagi acuh dengan perintah dan larangan-Nya.

“Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan menjulang setinggi gunung. Semua itu kejahatannya sangat dibenci di sisi Tuhanmu.” (QS Al-Isra’ : 37-38)

“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.” (QS Al-Isra’ : 85)

“Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.” (QS Al-A’raaf : 10)

“Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperi hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (QS Al-A’raaf :179)

Saat ini, saat kurenungkan betapa Maha Besar Allah, rasa takut itu benar-benar menyelimuti hati. Andai bisa selalu begini, tentu takkan lagi berani mengingkari. Namun hamba-Mu senantiasa lalai, Ya Allah… Seringkali hamba lupa dan menganggap kecil maksiat yang hamba lakukan, seringkali hamba lupa bahwa hamba bermaksiat pada Zat Yang Maha Besar. Hamba hanya ingat bahwa Engkau Maha Pengampun, namun hamba lupa bahwa Engkau memiliki sifat Al-Muntaqim. Hamba lupa siksa-Mu sangat keras. Hamba seringkali lupa bahwa setiap hal sekecil zarrah pun akan hamba pertanggungjawabkan. Ya Allah, ampuni hamba-Mu yang begitu dhaif dan hina ini…

“Dan barangsiapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar).” (QS Al-Isra’ : 72)

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS An-Nahl : 78)

Categories: Hikmah, Look Into Your Heart, Medis | Tags: , , | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “Ilmu Kedokteran : Lahan Dzikrullah

  1. great article ukht…
    yang berzikir adalah yang bersyukur, yang bersyukur adalah mereka yang berfikir…

    maka yang berfikir tentang kekuasaan Allah, adalah mereka yang tak pernah sombong dengan ilmu yang ada padanya, karena menyadari bahwa ilmu Allah jauh melebihi apapun juga…

  2. mentang2 kedokteran…
    ntar ahmad buat yang berhubungan dengan listrik..
    tapi bagus!
    Seorang mukmin sejati yang merenungkan dan memikirkan penciptaan-Nya, seharusnya hal tersebut menambah dan menguatkan keimanan dirinya…
    Setuju?

  3. Subhanallah… mantap3 kak! syukron jzk khair udah di share kak.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: