Surprise 30 Januari 2010

Surprise!!!

Hari ini Allah mempertemukanku kembali dengan seorang ukhti yang manis dan baik yang telah banyak sekali menolong saat aku menjadi delegasi Zafran Saphire di Bandung : Friska, Pendok Unpad ‘08. Sama sekali tak kuperkirakan kedatangannya, dan aku sangat senang.

Kami bersua di mesjid Dawaul ‘Ilmi FK Unand, dan saat melihatnya, aku langsung berdiri memeluknya. Rindu… sekali rasanya pada ukhti yang satu ini. Meski tidak lama waktu yang kami habiskan bersama di Bandung November lalu, namun detik-detiknya sangat berkesan bagiku. Dalam waktu yang singkat itu, ukhuwah di antara kami telah terjalin dan menancap di hati.

Sore tadi Friska harus berangkat ke Padang Panjang, sehingga kami hanya bisa bertemu sebentar saja. Namun waktu yang sebentar itu, lagi-lagi, besar artinya. Aku pun mengantar Friska ke tempat ia menaiki angkutan ke Padang Panjang tadi. Wah… kami bahkan sempat bermotor bersama… Senang…

Hari ini aku diingatkan kembali tentang arti ukhuwah. Aku merasakan suatu keharuan, betapa ukhuwah bisa membuat hati ini begitu hangat saat melihat saudara seiman. Betapa ukhuwah bisa membuat benak ini lupa dengan masalah dan beban yang menghimpit. Betapa ukhuwah itu menyirami hati dan membuatnya sejuk. Betapa ukhuwah mengingatkan untuk selalu mensyukuri nikmat-Nya, karena ukhuwah adalah salah satu nikmat yang tak terganti.

Ukhuwah, salah satu pembeda antara umat Islam dengan yang lain. Tidak ada hubungan persaudaraan seindah ukhuwah islamiyah. Ia menyatukan, mendekatkan, dan membuat para pemiliknya semakin dekat juga pada Sang Pencipta ukhuwah. Ukhuwah yang dilandasi keikhlasan seakan sebuah tali baja tebal yang tak dapat putus.

Akankah merasa kesal saat saudaramu menunjukkan kelemahanmu dengan cara terbaik yang bisa diberikannya? Akankah merasa kecewa, saat cara terbaik saudaramu bukan yang terbaik menurutmu, namun engkau menyadari semua semata-mata karena ia peduli padamu dan menginginkan yang terbaik untukmu?

Akankah merasa sedih saat saudaramu mengingatkanmu dalam masa-masa futurmu? Akankah merasa sendiri saat saudaramu selalu siap membantu kapanpun engkau butuh? Akankah merasa takut saat saudaramu rela berbagi denganmu, dalam kemudahan dan kesulitan? Akankah merasa resah saat saudaramu selalu bisa memberikan senyuman terbaiknya untukmu, atau saat senyumannya menghilang engkau tahu ia sedang membutuhkan dukunganmu?

Akankah engkau siap melalui hidupmu tanpa ukhuwah islamiyah??

Categories: Kisah, Look Into Your Heart | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: