Monthly Archives: February 2010

MA’RIFATUL INSAN


Hakikat Manusia

Tujuan materi

Peserta mampu :

  1. Memahami kondisi manusia sebagai makhluk yang lemah dan bagaimana kelemahan itu dapat menjadi kemuliaannya.
  2. Memahami tugas yang dibebankan kepada manusia, pilihan yang benar dalam tugas tersebut dan tanggung jawab bagi pelaksanaan maupun pengingkarannya.

Keterangan

Manusia harus memahami hakikat diri dan kehidupannya (haqiqatul insan) agar ia dapat bersikap dan berlaku adil terhadap dirinya, terhadap Penciptanya, terhadap sesama manusia, dan terhadap makhluk-makhluk lain. Hakikat yang harus dipahami yaitu manusia adalah :

  1. Makhluk (makhluqun). Sebagai makhluk ia diciptakan di atas fitrah Islam (‘alal fithrah) (QS 30:30). Meskipun dikenal sebagai makhluk termulia dan istimewa, tapi manusia adalah makhluk yang lemah (dha’ifun) secara fisik dan meiliki banyak sekali keterbatasan dan kekurangan (QS 4:28). Dalam hal ilmu, ia pun bodoh (jahilun) (QS 33:72). Dalam kelangsungan hidupnya manusia sangat bergantung kepada pihak lain (faqirun) (QS 35:15).
  2. Dimuliakan (mukarramun). Allah menghendaki manusia menjadi makhluk yang mulia, meski asalnya dari sesuatu yang hina : tanah. Dengan kekuasaan-Nya, makhluk yang tercipta dari tanah itu mendapat tiupan ruh dari Allah Swt (nafkhur-ruh) (QS 32:9). Allah juga memberinya keistimewaan dengan banyak kelebihan (imtiyazat) (QS 17:70) sempurna, di antaranya adalah akal. Alam semesta yang luas dan penuh karunia Allah ini pun ditundukkan Allah untuk manusia (yusakhara lahul kauni) (QS 45:12, QS 2:29, QS 67:15)
  3. Continue reading

Categories: FK Unand, Mentoring | Tags: , | 2 Comments

MA’RIFATUR RASUL


Tugas Para Rasul

Tujuan materi

Peserta mampu :

  1. Memahami tugas rasul sebagai pembawa risalah dakwah dan penegak dinullah
  2. Menyebutkan bentuk-bentuk keteladanan rasul dalam menjalankan misinya.
  3. Termotivasi untuk meneruskan jejak risalah dalam menegakkan dienullah

Keterangan

Tugas rasul (wazhifatur-rasul) secara umum seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an adalah mengemban risalah dakwah dan menegakkan agama Allah. (QS 5:67, QS 42:13-15)

1. Mengemban risalah dakwah (hamlun risalatid-da’wah) (QS 5:67, QS 33:39). Rangkaian tugas dalam hal ini adalah :

  • Mengenalkan Sang Pencipta (ma’rifatul khaliq) kepada umatnya melalui ayat-ayat qauliyah maupun kauniyah. (QS 41:53, QS 3:190)
  • Mengajari umatnya cara beribadah yang benar (kaifiyatul ‘ibadah)
  • Menyampaikan pedoman hidup (minhajul hayah) (QS 3:19)
  • Mendidik umatnya (at-tarbiyah) dengan arahan dan  nasihat-nasihat (taujihun wa nashihatun) hingga menjadi muslim yang berkarakter.

2. Menegakkan agama Allah (iqmatud-dinillah) (QS 42:13-15). Tegaknya sistem (agama) bermula dari kedaulatan hukum. Maka tugas rasul yaitu :

Continue reading

Categories: FK Unand, Mentoring | Tags: , | 8 Comments

MA’RIFATUL ISLAM


Makna Islam Tujuan materi Peserta mampu :

  1. Memahami dasar-dasar yang membentuk istilah Islam serta mampu membedakan dari dasar-dasar konsep hidup
  2. Memahami bahwa Islam adalah tunduk kepada wahyu Allah yang diturunkan kepada para nabi sebagai aturan (hukum) yang merupakan jalan yang lurus menuju keselamatan dunia dan akhirat.
  3. Menyadari bahwa Islam adalah pedoman hidup dari Allah yang tinggi dan tiada kerendahan di dalamnya.

Keterangan Secara bahasa al-islam diambil dari akar kata salima. Dari akar kata ini didapati kata-kata:

  1. Islaamul wajhi yang berarti menundukkan wajah. (QS 4:125)
  2. Al-istislaam yang berarti berserah diri (QS 3:83).
  3. As-salaamah yang berarti keselamatan, kebersihan, kesehatan (QS 26:89).
  4. As-salm atau as-silm yang berarti perdamaian, kedamaian (QS 47:35).

Kata-kata di atas membentuk satu kata al-Islam (QS 3:19,85). Artinya jika seseorang tunduk dan berserah diri kepada Allah Swt maka ia akan selamat dan merasakan kedamaian hidup dalam naungan-Nya, bebas dari rasa takut dan cemas. Makna al-Islam sesuai konteks kalimatnya antara lain:

    Continue reading
Categories: FK Unand, Mentoring | Tags: , | 6 Comments

MA’RIFATULLAH


Makna Syahadat

A. Urgensi Syahadatain

Tujuan materi

Peserta mampu :

  1. Memahami urgensi syahadat dalam kehidupan
  2. Memahami bahwa syahadat adalah pintu pertama seseorang memasuki agama Islam
  3. Memahami bahwa dua kalimat syahadat merupakan intisari ajaran agama Islam
  4. Meyakini bahwa syahadat merupakan titik tolak reformasi (perubahan) total dalam kehidupan manusia
  5. Meyakini bahwa dua kalimat syahadat memiliki fadhilah / keutamaan yang luar biasa.

Keterangan

Syahadat adalah rukun Islam pertama. Arti penting (ahammiyatusy-syahadatain) bagi seorang muslim :

1. Dua kalimat syahadat adalah pintu masuk Islam (al-madkhalu ilal islam).

Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat seseorang telah diakui sebagai muslim yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan muslim yang lain.  “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah Mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.” (QS Muhammad/47 : 19); “Allah Menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS Ali-Imran/3 :18);“Katakanlah (Muhammad), “Apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh?” Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.” (QS Az-Zumar/39 : 64-65); (QS 37 : 35, QS 7 : 172) ;Sabda Rasulullah saw : “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan laa ilaha illallah, apabila mereka telah mengucapkan laa ilaha illallah maka darah dan harta mereka menjadi suci (haram dibunuh / dirampas).”
Continue reading

Categories: FK Unand, Mentoring | Tags: , | 1 Comment

Gerobak Kayu Menyapa


Panas benar-benar terik hari ini. Aku pulang dengan motorku dan seperti biasa aku menyeberangi sebuah jalan besar. Aku heran saat melewati jalan itu, ‘tumben rame banget’, pikirku. Dan saat dekat, ternyata satu hal yang menyebabkan keramaian itu adalah sebuah gerobak.

Gerobak itu terletak di tengah jalan tanpa ada yang menaikinya, dan karena dilepas tanpa seorang pengendara, roda gerobak itu berjalan mengikuti kemiringan jalan. Kemudian seorang bapak dengan sedikit berlari segera mencoba mendiamkan gerobak tersebut. Ia terlihat agak panik.

Jalan di depanku mulai terbuka dan aku semakin maju ke tengah. Saat itu aku baru tahu ternyata gerobak yang berisi kayu-kayu itu berhenti di tengah karena beberapa kayunya terjatuh berserak di jalan. Dan bapak tersebut berusaha segera mengumpulkan kayu-kayu yang berjatuhan karena kendaraan pun sudah banyak mengantri di belakangnya. Di tengah jalan aspal yang memantulkan panas dengan semangatnya, asap mobil dan motor yang menyesakkan, di antara mobil-mobil bagus yang dikendarai orang-orang berkantong tebal, bapak itu tetap teguh mengumpulkan kayunya. Salah satu kayu itu dilindas oleh sebuah jazz merah, dan bapak itu memungutnya setelah jazz itu lewat.

Continue reading

Categories: Indonesia, Kisah, Look Into Your Heart | Tags: , | 2 Comments

Antara Ikhwan dan Akhwat


Lucu, entah mengapa beberapa waktu terakhir sering terjadi perbedaan pendapat antara ikhwan dan akhwat dalam sebuah rapat. Mungkin biasa saja kalau sekedar perbedaan pendapat, namun kali ini perbedaan tersebut sempat membuat ruangan ber-AC menjadi ‘hangat’.

Momen terhangat terjadi beberapa minggu lalu. Cerita bermula dari usulan akhwat atas sebuah metode yang sudah ditetapkan sebelumnya. Usulan tersebut sudah disepakati di rapat akhwat, namun setelah akhwat menyampaikan, ikhwan mengatakan bahwa metodenya dilaksanakan seperti yang ditetapkan sebelumnya. Dan saat itu akhwat berpikir, “lho, g dipertimbangkan dulu usulan akhwat?”. Dan akhwat pun kembali mengajukan usulannya.

Akhirnya usulan itu pun dibahas. Dalam perjalanannya, akhwat merasa ada semacam diskriminasi dari ikhwan. Ikhwan seakan tidak peduli dan tidak mau melihat sisi baik dari usulan tersebut. Yang dinilai hanya kekurangannya saja (meski ada seorang ikhwan yang menghargainya, syukran). Bahkan ada ikhwan yang berujar “Ah, payah..”. Dan teririslah hati-hati lembut para akhwat. Karena itu akhwat ingin menunjukkan kelebihan dari usul tersebut, karena sepertinya tidak terlihat oleh ikhwan. Rapat pun berjalan alot. Hingga dari pihak akhwat terlontar kalimat yang membuat ikhwan merasa tersindir. Ikhwan lalu mengungkapkan hal tersebut dan memberi tausiyah. Akhwat juga meyampaikan tausiyah. Barulah suhu ruangan mulai kembali normal.

Continue reading

Categories: Hikmah, Kisah, Opini | Tags: , | 16 Comments

Surprise 30 Januari 2010


Surprise!!!

Hari ini Allah mempertemukanku kembali dengan seorang ukhti yang manis dan baik yang telah banyak sekali menolong saat aku menjadi delegasi Zafran Saphire di Bandung : Friska, Pendok Unpad ‘08. Sama sekali tak kuperkirakan kedatangannya, dan aku sangat senang.

Kami bersua di mesjid Dawaul ‘Ilmi FK Unand, dan saat melihatnya, aku langsung berdiri memeluknya. Rindu… sekali rasanya pada ukhti yang satu ini. Meski tidak lama waktu yang kami habiskan bersama di Bandung November lalu, namun detik-detiknya sangat berkesan bagiku. Dalam waktu yang singkat itu, ukhuwah di antara kami telah terjalin dan menancap di hati.

Sore tadi Friska harus berangkat ke Padang Panjang, sehingga kami hanya bisa bertemu sebentar saja. Namun waktu yang sebentar itu, lagi-lagi, besar artinya. Aku pun mengantar Friska ke tempat ia menaiki angkutan ke Padang Panjang tadi. Wah… kami bahkan sempat bermotor bersama… Senang…

Hari ini aku diingatkan kembali tentang arti ukhuwah. Aku merasakan suatu keharuan, betapa ukhuwah bisa membuat hati ini begitu hangat saat melihat saudara seiman. Betapa ukhuwah bisa membuat benak ini lupa dengan masalah dan beban yang menghimpit. Betapa ukhuwah itu menyirami hati dan membuatnya sejuk. Betapa ukhuwah mengingatkan untuk selalu mensyukuri nikmat-Nya, karena ukhuwah adalah salah satu nikmat yang tak terganti.

Ukhuwah, salah satu pembeda antara umat Islam dengan yang lain. Tidak ada hubungan persaudaraan seindah ukhuwah islamiyah. Ia menyatukan, mendekatkan, dan membuat para pemiliknya semakin dekat juga pada Sang Pencipta ukhuwah. Ukhuwah yang dilandasi keikhlasan seakan sebuah tali baja tebal yang tak dapat putus.

Akankah merasa kesal saat saudaramu menunjukkan kelemahanmu dengan cara terbaik yang bisa diberikannya? Akankah merasa kecewa, saat cara terbaik saudaramu bukan yang terbaik menurutmu, namun engkau menyadari semua semata-mata karena ia peduli padamu dan menginginkan yang terbaik untukmu?

Akankah merasa sedih saat saudaramu mengingatkanmu dalam masa-masa futurmu? Akankah merasa sendiri saat saudaramu selalu siap membantu kapanpun engkau butuh? Akankah merasa takut saat saudaramu rela berbagi denganmu, dalam kemudahan dan kesulitan? Akankah merasa resah saat saudaramu selalu bisa memberikan senyuman terbaiknya untukmu, atau saat senyumannya menghilang engkau tahu ia sedang membutuhkan dukunganmu?

Akankah engkau siap melalui hidupmu tanpa ukhuwah islamiyah??

Categories: Kisah, Look Into Your Heart | Tags: , | Leave a comment

Amanah Ini…


Amanah bukan untuk diminta, bukan untuk dibanggakan

Amanah bukan sesuatu yang akan menaikkan derajatmu

Lalu mengapa sedih saat amanah tidak diberikan padamu?

Amanah bisa membawamu ke surga,

Namun ia pun bisa menyeretmu ke neraka

Ia begitu berat, begitu menekan,

Ia akan dipertanggungjawabkan di hadapan manusia

Saat itu mungkin engkau masih bisa membela diri dari kekuranganmu

Engkau masih bisa meminta maaf

Engkau masih bisa memberi alasan-alasan

Namun nanti, amanahmu akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya dengan sedetil-detilnya

Engkau takkan punya kesempatan membela diri saat itu

Engkau tak lagi bisa mengucapkan ‘afwan’

Engkau tak lagi bisa mengatakan ‘memang ini kelemahan ana’

Engkau tak lagi bisa mengatakan ‘harap maklum’

Engkau tak lagi bisa mengatakan ‘karena satu dan lain hal’

Engkau tak lagi bisa mengatakan apa-apa!

Allah Yang Maha Tahu tidak butuh semua alasan darimu

Allah Mengetahui apa yang sebenarnya

Allah Tahu sesungguhnya engkau bisa berbuat lebih,

Sesungguhnya engkau bisa menjadikan segala kesulitan menjadi suatu kekuatan

Allah Tahu, engkau belum melaksanakan amanah dengan segala kemampuan yang engkau punya

Allah Tahu, engkau masih sering lalai

Allah Tahu, engkau masih sering melupakan kewajibanmu, masih sering menindas hak orang lain

Allah Tahu segalanya, betapa tidak totalnya perjuangan yang engkau lakukan

Lalu balasan apa yang menurutmu akan engkau dapatkan?

Ya Allah, sungguh hamba-Mu ini sangat lemah

Tak sanggup rasanya memikul amanah dakwah yang begitu berat

Ya Allah, kuatkan pundak ini, bersihkan hati ini dari niat-niat yang bukan karena-Mu

Jauhkan hamba dari ujub,

jauhkan hamba dari bertindak karena mengharap pujian dan sanjungan makhluk-Mu

Segala kesalahan yang hamba lakukan dalam menjalankan amanah ini

akan menzalimi hak saudara-saudara hamba

Ingatkan hamba-Mu dalam kesalahan-kesalahannya ya Allah

Agar diri ini dapat terbebas dari tuntutan-tuntutan yang akan menjadikan diri ini

Manusia yang paling banyak hutangnya di akhirat kelak

Ampunilah Ya Allah…

Ampuni hamba…

………..

Categories: FK Unand, Look Into Your Heart | Tags: , | 6 Comments