The Power of Love

“Fulanah, sungguh selama ini hatiku tak tenang. Setiap detikku tidak bisa terlepas dari mengingatmu. Aku selalu memikirkanmu. Terbayang olehku kecantikan wajahmu, teringat olehku keunggulanmu, kecerdasanmu. Aku benar-benar jatuh cinta padamu. Kaulah yang terbaik di antara yang terbaik.”

Bagaimana pendapatmu saat membaca kalimat itu?

  • Itu yang aku bilang dulu waktu nembak dia..
  • Romantis banget ya..
  • Ih.. bikin meleleh..
  • Gombal!
  • Menjijikkan!
  • Deelel

Kita semua sudah sama tahu bagaimana bentuk cinta para remaja masa kini. Untuk mendapatkan pujaan hatinya, berbagai rayuan ia lontarkan. Image diri sangat diperhatikan. Tidak ingin terlihat salah di depan pujaannya. Tidak ingin terlihat memalukan, yang ia inginkan pujaannya hanya melihat yang baik-baik saja darinya.

Ia kemudian akan melakukan apa saja untuk pujaannya tersebut. Apa pun asal bisa membuat pujaannya senang dan semakin cinta padanya. Demi pujaan hati ia bahkan rela menyakiti orang tua yang selama ini berjuang membesarkannya, dengan alasan “Aku cinta dia Ibu! Ibu gak ngerti perasaanku!” lebih parah, ada yang sampai mengatakan “Ibu kolot banget sih! Sekarang jaman udah berubah! Udah maju! Gak sama dengan jaman Ibu waktu remaja dulu!” Betapa sakit hati ibu-ibu yang mendengar kata-kata itu terucap dari bibir anak yang telah dikandungnya, disapih, dibesarkan dan diharapkan akan menjadi anak yang berbakti pada orang tua. Kok tega ya? Jawabannya ya karena cinta tadi.

Lalu tak terhitung pula nyawa-nyawa yang dibunuh bahkan sebelum sempat terlahir ke dunia. Bayi-bayi yang diaborsi karena merupakan hasil penyatuan cinta yang dibanggakan itu. Bayi-bayi itu diaborsi saat mereka telah bernyawa, jantung mereka telah berdetak, organ-organ telah terbentuk bahkan tubuh mereka sudah seperti manusia. Dalam rahim mereka dibunuh, dipotong-potong tubuhnya agar bisa dikeluarkan. Setelah keluar dengan bentuk yang tidak jelas lagi dan berlumuran darah, mereka dibuang begitu saja ke dalam tong sampah. Semurah itukah harga nyawa manusia? Kok tega ya? Jawabannya ya karena cinta tadi.

Jadi, itukah cinta? Pantaskan kita membanggakan cinta yang seperti itu? Atau jika tidak mau jauh-jauh, cinta yang membawa orang-orang selalu berduaan saja. Cinta yang membuat mereka melupakan Allah, melupakan tugas mereka sebagai khalifah di bumi (mereka manusia kan), melupakan polusi mata yang mereka buat, melupakan hal-hal berguna yang semestinya mereka lakukan terutama saat masih muda. Karena, dunia milik berdua. Na’udzubillahi min dzalik.

“Cinta itu kan Allah yang menciptakan, jadi jangan salahin kita dong!” ucap seorang ‘pecinta’. Jadi, mau menyalahkan Allah sebagai Pencipta cinta, gitu? Cinta diciptakan oleh Allah, itu benar. Sudah fitrah manusia bisa mencintai dan ingin dicintai. Tapi, cinta yang seperti apakah?

“Dari Anas ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Ada tiga hal di mana orang yang memilikinya akan merasakan manisnya iman yaitu : mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi segala-galanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan enggan untuk kembali kafir setelah diselamatkan oleh Allah daripadanya sebagaimana enggannya kalau dilemparkan ke dalam api.” (HR. Bukhari Muslim)

Itulah cinta yang sebenarnya. Mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi segala-galanya dan mencintai seseorang hanya karena Allah. Tapi cinta yang telah disebutkan sebelumnya, adalah mencintai si Fulan melebihi segala-galanya dan mencintai Fulan karena nafsu yang diumbar setan.

“Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, bahwasanya Allah Ta’ala befirman: “Barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku maka Aku menyatakan perang kepadanya. Sesuatu yang paling Kusukai dari apa yang dikerjakan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku yaitu bila ia mengerjakan apa yang telah Kuwajibkan kepadanya. Seseorang itu akan selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan kesunahan-kesunahan sehingga Aku Mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengarnya, Aku merupakan penglihatan yang ia pergunakan untuk melihatnya, Aku merupakan tangan yang ia pergunakan untuk menyerangnya dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan untuk berjalan. Seandainya ia bermohon kepada-Ku pasti Aku akan mengabulkannya dan seandainya ia berlindung diri kepada-Ku pasti Aku akan melindunginya.” (HR Bukhari)

Seorang pecinta akan melakukan apapun yang disukai orang yang dicintainya. Memang begitu kekuatan cinta. Jika seorang hamba mencintai Allah, ia akan melakukan semua yang diperintahkan dan menjauhi semua larangan. Termasuk berkhalwat dan mencintai makhluk di atas mencintai Allah dan Rasul. Seluruh waktunya akan dihabiskan untuk beribadah, karena bahkan satu napas yang kita hirup bisa bernilai ibadah jika dilakukan karena Allah.

Cintanya kepada manusia lain tidak akan melebihi cintanya pada Allah dan Rasulullah saw. Dan cintanya pada manusia lain bukan karena nafsu, melainkan karena kebaikan yang dilakukan dan karena ubudiyah kepada Allah. Dengan cintanya itu ia akan senantiasa menebar kebaikan, ia akan memberi pertolongan, ia akan belajar untuk menjadi lebih baik. Dengan cintanya ia tidak akan membiarkan dirinya terjebak dalam kemaksiatan.

“Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala nanti pada hari kiamat akan berfirman : “Manakah orang-orang yang saling cinta-mencintai karena keagungan-Ku, pada hari ini Aku menaungi mereka di bawah naungan-Ku di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR Muslim)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril, “Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah ia.”Lalu Jibril mencintainya dan menyeru kepada penduduk langit, “Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah ia.”Maka (penduduk langit) mencintainya, kemudian menjadi orang yang diterima di muka bumi.” (HR Bukhari Muslim)

Sungguh besar karunia Allah bagi orang-orang yang mencintai-Nya dan saling mencintai karena-Nya. Mari kita ubah alunan cinta yang sebelumnya kita banggakan dengan untaian doa penuh cinta pada Sang Pemilik Kesempurnaan.

“Ya Allah, Engkaulah Pemilik segala kekuasaan, Engkaulah Pemilik semua keindahan. Hamba-Mu ini sungguh hanyalah setitik debu yang hina di hadapan-Mu. Saat teringat olehku Kuasa-Mu, ciut rasa hatiku. Takut diriku akan murka-Mu karena maksiat-maksiat yang tak terhitung dan tak dapat kuhentikan. Betapa diri ini sering mengkhianati cinta-Mu, dalam setiap rasa yang hamba rasakan terhadap makhluk-Mu yang menjauhkan hamba dari-Mu; dalam setiap laku yang tidak sesuai syari’at-Mu; dalam setiap pikiran yang mengalihkan hamba dari mengingat-Mu.

Ya Allah, lenyapkanlah hijab di hati ini dari mencintai-Mu. Juga di hati-hati saudara seiman lainnya. Pertemukan kami di surga dalam naungan cinta-Mu. Amin Ya Robbal ‘Alamin.”

Categories: Dakwah, Hikmah, Look Into Your Heart | Tags: , , | 8 Comments

Post navigation

8 thoughts on “The Power of Love

  1. asslkm k afifah, ni ice
    mo konsul nih
    da temen c yg lg kn VMJ, dia ga pny antibodi yg cukup kuat..
    n parahnya dia malah ga bisa mhindar dr vektor pemicu virus itu, krn 1 dan lain hal….
    nah, dah c saranin bwt jauh2 dr pemicunya itu, tp dia malah tbjebak dlm kondiki smakin larut…gmn dunk..?soalnya prognosisnya udah keliatan gawat…

    • Afifah Amatullah

      Wlkmslm,
      Wah,parah juga tuh..
      Satu dan lain halnya apa?
      Kalau bisa alihkan perhatiannya, carikan kesibukan untuknya, jaga tarbiyahnya (kl tarbiyah, kl g sesuaikan aja), beri motivasi padanya.
      N tentunya terus ingatkan dia dgn cara yag ahsan dan g bikin dy makin terinfeksi virus..

      Ok?

  2. micelia

    well,dia tarbiyah kok…masih jln jg..
    nah, dia berasa ke-akut-an itu blom ada obatnya jg,mhindar ga mungkin, vaksinnya jg lemah bgt efeknya
    y udah c saranin bwt evaluasi knp dia bs2nya suka ma tu org, n bs cr kekurangan org tu…
    yah tapi c tgantung dia sih gmn manage hatinya..
    heran c, tkdg usia ga menunjukkan kstabilan seseorang, n ilmu jg ga jamin bakal sll bs diaplikasikan…contohnya ttg ilmu mjga hati…

    • Afifah Amatullah

      Memang bukan ilmu jaminannya,
      tapi tingkat keimanan yang akan menentukan.

      Wallahu a’lam.

  3. Ridho

    Ass…

    Lalu bagaimana dengan wordpress sendiri bu, saya dengar juga Yahudi …
    Sementara ibu pake blog di WordPress.

    Jzk

    • Afifah Amatullah

      Wlkmslm..
      Akh Ridho bisa ajukan bukti yang jelas?
      Jika ada silakan sampaikan, ana akan hentikan pemakaian wordpress.
      Sesuatu yang syubhat tidak perlu dicari-cari, tapi kalau facebook kan tidak perlu dipertanyakan lagi.

      Syukran jzk.

  4. Asslm. kemaren salah seorang Da’i/ Ustad kondang di negeri kita berkomentar, komentarnya pendek saja tapi sangat mengena dihati saya, bagaimana menurut teman2?

    “remaja dahulu berkasih sayang, remaja sekarang berkasih syahwat”

  5. waah, motivasi buat yang jomblo mbak ..
    tapi semoga pilihannya yang terbaik nantinya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: