Pilih Siapa?

Tanggal 13 Mei 2009, sekali lagi warga KM UNAND melaksanakan salah satu pesta demokrasi. Hari ini adalah hari yang akan menentukan siapa Presiden BEM KM UNAND selama satu tahun ke depan.

“Wah, mesti milih siapa nih? G ada yang aku kenal calonnya. Bagusnya yang mana?”

Begitulah ucapan salah seorang teman saat akan mencontreng calon presiden ‘pilihannya’. Beruntung dia mengatakannya kepada teman yang mengetahui keadaan capres-capres tersebut, jadi bisa diarahkan ke pilihan yang insya Allah benar.

Tapi, mungkin ucapan seorang teman tersebut menggambarkan keadaan dari warga KM UNAND lain juga. Mungkin masih ada teman-teman yang lain yang juga berpikiran sama. Bedanya adalah pada siapa mereka menyampaikan pikiran tersebut? Bagaimana jika disampaikan pada orang-orang yang apatis dengan pemilihan presiden? Bagaimana jika disampaikan pada orang yang tidak mengerti? Lebih parah lagi, bagaimana jika disampaikan pada orang yang mendukung capres yang tidak berkompeten membangun Unand (jika ada)?

Meski sudah diadakan kampanye ke fakultas-fakultas, ternyata itu belum mampu memberi pengetahuan pada seluruh warga KM. Mungkin usaha perkenalan memang belum optimal, dan mungkin para capres juga kurang ‘menampakkan’ diri. Namun, mungkin bisa dimaklumi untuk Fakultas Kedokteran yang letaknya terpisah cukup jauh dari kampus Unand. Ada satu kemungkinan lagi. Mungkin, tingkat kepedulian mahasiswa FK Unand terhadap perpolitikan kampus memang masih perlu ditingkatkan.

Bagaimana dengan pemilu di Indonesia? Kejadian di FK itu bisa jadi merupakan sebuah refleksi. Banyak sekali warga Indonesia yang tidak mengetahui calon-calon yang diajukan sehingga memilih sesuai arus saja. Mereka juga dengan mudah bisa tertipu dengan janji-janji, tergiur dengan sepotong jilbab dan sedikit uang, terdoktrin dengan isu-isu yang disebarkan tanpa mengetahui apa yang ada di balik itu semua. Terutama masyarakat yang tempat tinggalnya jauh di pelosok desa. Dan orang-orang seperti itulah yang akan menentukan qiyadah Indonesia selama 5 tahun ke depan. Jika pilihan jatuh pada yang salah, dan kemudian terpilihlah orang-orang yang ‘salah’ sebagai wakil rakyat, perbaikannya mesti menunggu sampai 5 tahun.

Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi tiap 5 tahun. Apa yang akan terjadi pada Indonesia yang sudah rapuh ini? Karena itu, mari tingkatkan kesadaran politik masyarakat Indonesia. Sampaikan informasi, beri penjelasan dan tunjukkan kebenaran. Sampai hari ini mahasiswa masih dipandang tinggi oleh masyarakat Indonesia, dianggap intelek dan didengarkan kata-katanya. Tapi kalau mahasiswa memperlihatkan tingkah yang buruk itu tidak akan berlaku baginya. Mahasiswa sebagai tonggak bangsa tidak akan rela Indonesia runtuh, karena itu jadilah teladan, seminimal-minimalnya di lingkungan sekitarmu!

Categories: FK Unand | Tags: , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Pilih Siapa?

  1. pilih dengan hati dan melihat seluk beluk yang dipilih agar bisa amanah dengan pekerjaan yang diemban ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: