Daily Archives: May 14, 2009

Sedikit Tuangan Pikiran


Assalamu’alaikum wr wb.

Belakangan ini Facebook sangat populer di Indonesia. Penggunanya membludak. Namun kemudian diketahui bahwa ternyata Facebook ini dimiliki oleh Mark Zuckerberg, asal Yahudi. Dan keuntungan Facebook digunakan untuk menghancurkan Islam. Dari Facebook mereka juga bisa mendapatkan data-data kita, bahkan mungkin bisa mengukur sejauh mana pergerakan umat Islam Indonesia. Tidak perlu dipaparkan, ana rasa sebagian besar kita sudah tahu sejauh mana Yahudi/Israel diuntungkan oleh Facebook.

Sejak keluarnya fatwa DR. Yusuf Qardhawi tentang haramnya menggunakan produk-produk Yahudi, para aktivis kampus, aktivis dakwah, dan masyarakat yang mau peduli mulai menyuarakan boikot terhadap produk-produk Yahudi. Yang paling gencar dan bersemangat adalah para ikhwan dan akhwat yang dalam kesempatan apapun sering menunjukkan pernyataan boikot ini.

Kini, terang kenyataan facebook adalah milik Yahudi. Namun, facebook ternyata juga menggiurkan. Sebagai situs social networking facebook memang menyediakan fasilitas yang belum ada di situs sejenis lainnya. Dan karena beberapa hal tersebut, banyak sekali ikhwan dan akhwat yang juga memakai facebook.

Wah, bagaimana ini ya. Kok orang-orang yang sibuk gembar-gembor boikot malah ikut-ikutan pake produk Yahudi? Oh… ternyata mereka punya alasan..

Kata ikhwan dan akhwat yang pake facebook, boleh pake facebook karena facebook bisa jadi sarana dakwah.

Benarkah memang digunakan untuk tujuan dakwah? Atau sebenarnya sebagian besar waktu di facebook digunakan untuk add friend, kirim-kirim comment, sharing foto deelel? Dan dakwahnya mungkin cuma ngepost satu tulisan yang hanya menghabiskan sebagian kecil waktu yang disediakan untuk nge-facebook? Trus waktu yang disediakan untuk facebook itu, berapa jam sih per hari? Apa gak kelebihan? Mungkin untuk ikhwan dan akhwat yang handphonenya bisa browsing, ada waktu senggang dikit bakalan dipake buat nge-facebook dr hape. Dan aman gak sih berdakwah lewat facebook? Mungkin untuk yang umum-umum gpp, tapi mungkin saja bisa jadi satu ukuran bagi Yahudi mengenai kekuatan dan pergerakan Islam, secara adminnya orang Yahudi. Ayo, jujur pada hati nurani…

Kalau memang di hati ini sudah berakar rasa benci pada Yahudi, ana yakin se-ngetrend apapun suatu produk, atas nama yang punya orang Yahudi, gak bakalan hati luluh untuknya. Cobalah recall memori saudara-saudari semua saat kita bersemangat melakukan aksi one man one dollar di jalan, berpanas-panasan, kehausan, keletihan, dan semua itu tidak menyurutkan langkah kita, namun justru semakin mengobarkan semangat kita untuk membela warga Palestina. Kita berpikir, belum apa-apa kepayahan yang kita rasakan dibandingkan penderitaan warga Palestina. Mereka telah menderita selama lebih dari 60 tahun. Mereka dibantai, diusir, dihujani rudal dan peluru, dilecehkan, diculik, disiksa dengan siksaan yang tidak pantas didapatkan makhluk apapun, dan banyak lagi derita mereka yang tidak kan habis dituliskan. Tapi sekarang, apa yang kita lakukan? Mungkin ada yang tidak sependapat dengan ana, dan ana terima itu. Menurut ana, memakai facebook=mengkhianati Palestina.

Jadi facebook itu halal atau haram? Ada yang punya jawaban pasti?

Dari An Nu’man bin Basyir ra. berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram juga telah jelas, sedangkan di antara halal dan haram itu ada hal-hal yang syubhat (meragukan) yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang berhati-hati dari hal-hal yang syubhat itu maka terjagalah agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam hal-hal yang syubhat maka berarti ia terjerumus ke dalam hal yang haram, sebagaimana seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tempat yang terlarang maka sangat dimungkinkan ia akan menggembalakannya pada tempat yang terlarang itu. Ingatlah setiap penguasa pasti mempunyai hal yang terlarang, dan ingatlah bahwa hal yang terlarang bagi Allah adalah hal-hal yang diharamkan. Ingatlah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging di mana bila gumpalan daging itu baik maka baiklah seluruh tubuh, dan bila gumpalan daging itu rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ingatlah gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Bukhari Muslim)

Ana bertanya-tanya, bagaimana ya perasaan ikhwan dan akhwat ini saat mengetahui kalau facebook itu punya Yahudi? Adakah satu beban di hati mereka? Atau oke-oke saja? Atau ada juga keraguan antara boleh memakai atau tidak?

“Dari Wabishah bin Ma’bad ra. berkata: “Saya datang kepada Rasulullah saw., kemudian beliau bertanya: “Kamu ingin menanyakan tentang kebaikan?” Saya menjawab: “Ya.” Beliau bersabda: “Tanyalah pada hatimu sendiri. Kebaikan itu adalah sesuatu yang membuat jiwa menjadi tenang dan juga membuat hati menjadi tenang. Sedangkan dosa (kejahatan) itu adalah sesuatu yang membuat kacau pada jiwa dan membuat ragu-ragu pada hati, walaupun orang –orang memberi nasihat kepadamu.” (HR Ahmad dan Ad Darimy)

Dari Al Hasan bin ‘Ali ra. berkata: “Saya selalu ingat pada sabda Rasulullah saw. yang berbunyi: “Tinggalkanlah apa yang kamu ragu-ragukan, dan kerjakan apa yang kamu tidak ragu-ragukan.” (HR At Turmudzy)

Tulisan ini adalah sedikit tuangan pikiran dari ana. Mohon maaf jika ada yang tidak setuju, tidak suka, tersinggung dengan kalimat-kalimat ana. Ana hanya mengutarakan sesuatu yang ana anggap benar. Untuk kelanjutannya dikembalikan pada diri kita masing-masing.

Dari ‘Athiyah bin ‘Urwah As Sa’dy As Shahaby ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Seseorang itu tidak bisa mencapai tingkatan Muttaqin sebelum ia meninggalkan apa yang tidak berdosa karena khawatir terjerumus pada apa yang berdosa.” (HR At Turmudzy)

Semoga kitalah para penegak panji Allah yang rela mengorbankan apapun demi tegaknya Islam.

Wassalam.

Categories: Look Into Your Heart, Opini | Tags: , | 12 Comments

The Power of Love


“Fulanah, sungguh selama ini hatiku tak tenang. Setiap detikku tidak bisa terlepas dari mengingatmu. Aku selalu memikirkanmu. Terbayang olehku kecantikan wajahmu, teringat olehku keunggulanmu, kecerdasanmu. Aku benar-benar jatuh cinta padamu. Kaulah yang terbaik di antara yang terbaik.”

Bagaimana pendapatmu saat membaca kalimat itu?

  • Itu yang aku bilang dulu waktu nembak dia..
  • Romantis banget ya..
  • Ih.. bikin meleleh..
  • Gombal!
  • Menjijikkan!
  • Deelel

Kita semua sudah sama tahu bagaimana bentuk cinta para remaja masa kini. Untuk mendapatkan pujaan hatinya, berbagai rayuan ia lontarkan. Image diri sangat diperhatikan. Tidak ingin terlihat salah di depan pujaannya. Tidak ingin terlihat memalukan, yang ia inginkan pujaannya hanya melihat yang baik-baik saja darinya.

Ia kemudian akan melakukan apa saja untuk pujaannya tersebut. Apa pun asal bisa membuat pujaannya senang dan semakin cinta padanya. Demi pujaan hati ia bahkan rela menyakiti orang tua yang selama ini berjuang membesarkannya, dengan alasan “Aku cinta dia Ibu! Ibu gak ngerti perasaanku!” lebih parah, ada yang sampai mengatakan “Ibu kolot banget sih! Sekarang jaman udah berubah! Udah maju! Gak sama dengan jaman Ibu waktu remaja dulu!” Betapa sakit hati ibu-ibu yang mendengar kata-kata itu terucap dari bibir anak yang telah dikandungnya, disapih, dibesarkan dan diharapkan akan menjadi anak yang berbakti pada orang tua. Kok tega ya? Jawabannya ya karena cinta tadi.

Lalu tak terhitung pula nyawa-nyawa yang dibunuh bahkan sebelum sempat terlahir ke dunia. Bayi-bayi yang diaborsi karena merupakan hasil penyatuan cinta yang dibanggakan itu. Bayi-bayi itu diaborsi saat mereka telah bernyawa, jantung mereka telah berdetak, organ-organ telah terbentuk bahkan tubuh mereka sudah seperti manusia. Dalam rahim mereka dibunuh, dipotong-potong tubuhnya agar bisa dikeluarkan. Setelah keluar dengan bentuk yang tidak jelas lagi dan berlumuran darah, mereka dibuang begitu saja ke dalam tong sampah. Semurah itukah harga nyawa manusia? Kok tega ya? Jawabannya ya karena cinta tadi.

Jadi, itukah cinta? Pantaskan kita membanggakan cinta yang seperti itu? Atau jika tidak mau jauh-jauh, cinta yang membawa orang-orang selalu berduaan saja. Cinta yang membuat mereka melupakan Allah, melupakan tugas mereka sebagai khalifah di bumi (mereka manusia kan), melupakan polusi mata yang mereka buat, melupakan hal-hal berguna yang semestinya mereka lakukan terutama saat masih muda. Karena, dunia milik berdua. Na’udzubillahi min dzalik.

“Cinta itu kan Allah yang menciptakan, jadi jangan salahin kita dong!” ucap seorang ‘pecinta’. Jadi, mau menyalahkan Allah sebagai Pencipta cinta, gitu? Cinta diciptakan oleh Allah, itu benar. Sudah fitrah manusia bisa mencintai dan ingin dicintai. Tapi, cinta yang seperti apakah?

“Dari Anas ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Ada tiga hal di mana orang yang memilikinya akan merasakan manisnya iman yaitu : mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi segala-galanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan enggan untuk kembali kafir setelah diselamatkan oleh Allah daripadanya sebagaimana enggannya kalau dilemparkan ke dalam api.” (HR. Bukhari Muslim)

Itulah cinta yang sebenarnya. Mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi segala-galanya dan mencintai seseorang hanya karena Allah. Tapi cinta yang telah disebutkan sebelumnya, adalah mencintai si Fulan melebihi segala-galanya dan mencintai Fulan karena nafsu yang diumbar setan.

“Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, bahwasanya Allah Ta’ala befirman: “Barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku maka Aku menyatakan perang kepadanya. Sesuatu yang paling Kusukai dari apa yang dikerjakan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku yaitu bila ia mengerjakan apa yang telah Kuwajibkan kepadanya. Seseorang itu akan selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan kesunahan-kesunahan sehingga Aku Mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengarnya, Aku merupakan penglihatan yang ia pergunakan untuk melihatnya, Aku merupakan tangan yang ia pergunakan untuk menyerangnya dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan untuk berjalan. Seandainya ia bermohon kepada-Ku pasti Aku akan mengabulkannya dan seandainya ia berlindung diri kepada-Ku pasti Aku akan melindunginya.” (HR Bukhari)

Seorang pecinta akan melakukan apapun yang disukai orang yang dicintainya. Memang begitu kekuatan cinta. Jika seorang hamba mencintai Allah, ia akan melakukan semua yang diperintahkan dan menjauhi semua larangan. Termasuk berkhalwat dan mencintai makhluk di atas mencintai Allah dan Rasul. Seluruh waktunya akan dihabiskan untuk beribadah, karena bahkan satu napas yang kita hirup bisa bernilai ibadah jika dilakukan karena Allah.

Cintanya kepada manusia lain tidak akan melebihi cintanya pada Allah dan Rasulullah saw. Dan cintanya pada manusia lain bukan karena nafsu, melainkan karena kebaikan yang dilakukan dan karena ubudiyah kepada Allah. Dengan cintanya itu ia akan senantiasa menebar kebaikan, ia akan memberi pertolongan, ia akan belajar untuk menjadi lebih baik. Dengan cintanya ia tidak akan membiarkan dirinya terjebak dalam kemaksiatan.

“Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala nanti pada hari kiamat akan berfirman : “Manakah orang-orang yang saling cinta-mencintai karena keagungan-Ku, pada hari ini Aku menaungi mereka di bawah naungan-Ku di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR Muslim)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril, “Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah ia.”Lalu Jibril mencintainya dan menyeru kepada penduduk langit, “Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah ia.”Maka (penduduk langit) mencintainya, kemudian menjadi orang yang diterima di muka bumi.” (HR Bukhari Muslim)

Sungguh besar karunia Allah bagi orang-orang yang mencintai-Nya dan saling mencintai karena-Nya. Mari kita ubah alunan cinta yang sebelumnya kita banggakan dengan untaian doa penuh cinta pada Sang Pemilik Kesempurnaan.

“Ya Allah, Engkaulah Pemilik segala kekuasaan, Engkaulah Pemilik semua keindahan. Hamba-Mu ini sungguh hanyalah setitik debu yang hina di hadapan-Mu. Saat teringat olehku Kuasa-Mu, ciut rasa hatiku. Takut diriku akan murka-Mu karena maksiat-maksiat yang tak terhitung dan tak dapat kuhentikan. Betapa diri ini sering mengkhianati cinta-Mu, dalam setiap rasa yang hamba rasakan terhadap makhluk-Mu yang menjauhkan hamba dari-Mu; dalam setiap laku yang tidak sesuai syari’at-Mu; dalam setiap pikiran yang mengalihkan hamba dari mengingat-Mu.

Ya Allah, lenyapkanlah hijab di hati ini dari mencintai-Mu. Juga di hati-hati saudara seiman lainnya. Pertemukan kami di surga dalam naungan cinta-Mu. Amin Ya Robbal ‘Alamin.”

Categories: Dakwah, Hikmah, Look Into Your Heart | Tags: , , | 8 Comments

Pilih Siapa?


Tanggal 13 Mei 2009, sekali lagi warga KM UNAND melaksanakan salah satu pesta demokrasi. Hari ini adalah hari yang akan menentukan siapa Presiden BEM KM UNAND selama satu tahun ke depan.

“Wah, mesti milih siapa nih? G ada yang aku kenal calonnya. Bagusnya yang mana?”

Begitulah ucapan salah seorang teman saat akan mencontreng calon presiden ‘pilihannya’. Beruntung dia mengatakannya kepada teman yang mengetahui keadaan capres-capres tersebut, jadi bisa diarahkan ke pilihan yang insya Allah benar.

Tapi, mungkin ucapan seorang teman tersebut menggambarkan keadaan dari warga KM UNAND lain juga. Mungkin masih ada teman-teman yang lain yang juga berpikiran sama. Bedanya adalah pada siapa mereka menyampaikan pikiran tersebut? Bagaimana jika disampaikan pada orang-orang yang apatis dengan pemilihan presiden? Bagaimana jika disampaikan pada orang yang tidak mengerti? Lebih parah lagi, bagaimana jika disampaikan pada orang yang mendukung capres yang tidak berkompeten membangun Unand (jika ada)?

Meski sudah diadakan kampanye ke fakultas-fakultas, ternyata itu belum mampu memberi pengetahuan pada seluruh warga KM. Mungkin usaha perkenalan memang belum optimal, dan mungkin para capres juga kurang ‘menampakkan’ diri. Namun, mungkin bisa dimaklumi untuk Fakultas Kedokteran yang letaknya terpisah cukup jauh dari kampus Unand. Ada satu kemungkinan lagi. Mungkin, tingkat kepedulian mahasiswa FK Unand terhadap perpolitikan kampus memang masih perlu ditingkatkan.

Bagaimana dengan pemilu di Indonesia? Kejadian di FK itu bisa jadi merupakan sebuah refleksi. Banyak sekali warga Indonesia yang tidak mengetahui calon-calon yang diajukan sehingga memilih sesuai arus saja. Mereka juga dengan mudah bisa tertipu dengan janji-janji, tergiur dengan sepotong jilbab dan sedikit uang, terdoktrin dengan isu-isu yang disebarkan tanpa mengetahui apa yang ada di balik itu semua. Terutama masyarakat yang tempat tinggalnya jauh di pelosok desa. Dan orang-orang seperti itulah yang akan menentukan qiyadah Indonesia selama 5 tahun ke depan. Jika pilihan jatuh pada yang salah, dan kemudian terpilihlah orang-orang yang ‘salah’ sebagai wakil rakyat, perbaikannya mesti menunggu sampai 5 tahun.

Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi tiap 5 tahun. Apa yang akan terjadi pada Indonesia yang sudah rapuh ini? Karena itu, mari tingkatkan kesadaran politik masyarakat Indonesia. Sampaikan informasi, beri penjelasan dan tunjukkan kebenaran. Sampai hari ini mahasiswa masih dipandang tinggi oleh masyarakat Indonesia, dianggap intelek dan didengarkan kata-katanya. Tapi kalau mahasiswa memperlihatkan tingkah yang buruk itu tidak akan berlaku baginya. Mahasiswa sebagai tonggak bangsa tidak akan rela Indonesia runtuh, karena itu jadilah teladan, seminimal-minimalnya di lingkungan sekitarmu!

Categories: FK Unand | Tags: , | 2 Comments

Hikmah Tanggal 13 Mei…


  • Jangan takut sampaikan pendapatmu. Jika kau benar, itu baik bagimu. Jika kau salah, kau tidak akan melupakan perbaikannya.
  • Jangan menghindari risiko dari setiap hal yang kau lakukan, karena saat kau memutuskan melakukannya, berarti kau siap menghadapi risikonya. Dan risiko itulah yang akan membuatmu kuat dan mendapat pelajaran baru.
  • Terima kritik dan saran dengan lapang dada, jangan lupa follow upnya.
  • Kau tidak selalu benar, orang lain juga tidak selalu benar. Nilailah kebenaran dengan kejujuran nurani, berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.
  • Semakin banyak ilmu yang kau ketahui, mesti semakin kuat imanmu, semakin baik akhlakmu, semakin dalam syukurmu.
  • Ilmu terus berkembang tiap detik, jangan pernah puas dengan apa yang telah kau pelajari.
  • Tes daya ingatmu dengan membaca 3 bab hari ini, buat pertanyaan darinya, jawab hari berikutnya lalu nilai kemampuanmu dan atur cara belajarmu. (Prof. Dr. Nuzirwan Acang, Sp.PD.)
  • Sabar tidak ada batasnya. Jika habis batas kesabaranmu, berarti kau tidak sabar.
  • Jangan refleksikan kerutan di hatimu ke wajahmu.
  • Jangan khianati amanah yang diberikan padamu. Tapi cintailah amanahmu dan lakukan yang terbaik untuk setiap amanah yang kau miliki.
  • Jangan tinggalkan tasmu di mesjid kampus di Padang karena setiap hari ada saja yang kehilangan tas. Jika tidak ada orang yang dipercaya untuk menitipkan tas, bawa tasmu ke mana pun kau pergi.
  • Selesaikan dulu pekerjaan dan tugas-tugasmu sebelum memutuskan untuk bersantai.
  • Lakukan segalanya dengan ikhlas hanya karena Allah SWT.
Categories: Hikmah | Tags: , | 1 Comment